RSS

Monthly Archives: April 2011

Serba Limapuluh!! :D

 
Leave a comment

Posted by on 04/30/2011 in Uncategorized

 

Misery of This Love [A Review of Maroon 5 Concert]

Awalnya seperti mimpi saat gw ditawarin Mbak Alberthiene Endah buat ikutan nonton konser Maroon 5 di Jakarta, bayangkan aja, dengung konsernya sudah dari taun kemarin! Walaupun gw bukan fans berat Maroon 5 yang hafal semua lagunya, tapi se-nggak-nya gw taulah beberapa lagu dari band beraliran alternative ini.

Kami datang ke acara konsernya berlima, gw, Mbak AE, Mas Dio (suaminya Mbak AE), Alex Thian, dan Abdi Gian. Sebelum nonton, ngisi perut dulu di PS, lalu jalan kaki ke Istora, jauh juga ya bok! Tapi itu gak terasa, karena banyak juga para penonton konser yang memilih berjalan kaki dari parkiran PS. Gadis-gadis cantik ber-hotpants dan tanktop menemani perjalanan kami, lumayan bikin mata seger. Kondisi jalanan yang becek juga bikin gw yang pake celana terang ini agak hati2 biar gak kecipratan.

Sampai di tempat konser (setelah melewati pengamanan berlapis) jam 8 tepat, sesuai jadwal konser dimulai. Flow nya lancar menuju tempat duduk kita di tribun, ini sempet bikin gw heran, banyak gsk sih yg nonton konsernya? Tapi begitu masuk venue, JREEENG!! Ribuan orang sudah memenuhi tribun dan kelas festival. Untunglah tiketnya tribun, walau jauh dari stage, tapi gw bisa duduk. Gak kebayang kalo berjam2 mesti berdiri berdesakan di kelas festival.

Kurang lebih lima belas menit setelah kami duduk, Adam Levine dkk. menyapa para pengunjung. Gw histeris sejadi-jadinya karena luapan energi yang ada di tempat itu, begitupun yang lain.

Adam Levine berdiri di atas panggung dengan hanya mengenakan t-shirt putih polos dan tipis, juga semi-skinny jeans. Lagu pertama yang mereka bawakan adalah Misery. Oke, lagu pertama dan ke-dua (If I never See Your Face Again) gw masih histeris. Lagu-lagu berikutnya banyak yg gw gak tau, sampai pada saat Adam berkata, “This song is for the girls, saya cinta kamu!!”, intro She Will Be Loved pun mengalun. Lagi ini dibawakan dengan akustik. Gw tau banget lagu ini, dan gemetar hampir nangis pas ikut nyanyi bareng, karena gw gak pernah bisa menyangka, lagu yang video klipnya gw tonton di MTV bersama teman2 sekosan jaman kuliah bertahun-tahun lalu, bisa gw nyanyikan langsung dengan penyanyi aslinya!!

Lagu-lagu berikutnya ada yang gw gak tau, tapi mereka tak lupa membawakan hit mereka yang mendunia, This Love! Serentak Istora Senayan bergemuruh dengan teriakan penonton yang ikut menyanyikannya. Sunday Morning langsung dimainkan setelah Makes Me Wonder (yang masih terngiang-ngiang sampai blog ini ditulis), mereka membawakannya dengan manis, dan tak disangka ini adalah lagu terakhir yang mereka bawakan. Gw berharap mereka kembali ke panggung dan membawakan lagu-lagu lainnya, tapi ternyata tidak. Yang gw sebel adalah mereka gak bawain lagu Nothing Last Forever! Padahal liriknya udah gw hafalkan seharian penuh! Hzzz.

Keseluruhan acaranya sih berlangsung apik walau tanpa band pembuka, Adam Levine pun aktif berinteraksi dengan para penonton, sering banget bilang “Saya cinta kamu!” Dan tak pernah menyinggung soal nyamuk ataupun kemacetan Jakarta. Lighting panggungnya tidak begitu spektakuler (spekta disini ada pertunjukan laser atau efek hembusan api), pun sound-nya, tidak membuat jantung ikut berdentam (yaelah kalo berdiri di deket sound system naru berasa dentamannya kallee).

Gw kayaknya kebagian di blok alim, soalnya sedikiiiit banget dari mereka yang ikut nyanyiin atau berdiri jingkrak-jingkrak dalam menikmati lagunya, bahkan seorang penonton yg duduk di belakang kami sampe ketiduran! Tidur mah di kasur, jang, jangan di tempat konser.

Selepas konser yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini, wajah-wajah bahagia tampak menghiasi sebagian besar penonton, gw bahkan nyanyiin reff-nya Makes Me Wonder sampe ke parkiran PS. Agh, I’m happy… 🙂

 
2 Comments

Posted by on 04/28/2011 in Uncategorized

 

Masih Pentingkah Kita Berbeda? [a film review]

Satu lagi film karya Hanung Bramantyo yang bagus untuk dilihat, terakhir saya nonton Perempuan Berkalung Sorban di awal tahun 2009 (reviewnya bisa dilihat di sini). Salah satu hal yang saya suka di film ini adalah ke-multiplot-annya, terakhir menemukan multiplot bagus itu di film LOVE produksi 2008.

Mengambil setting di Pasar Baru – Semarang pada medio 2010, film ? bercerita tentang perbedaan etnis dan gesekan-gesekan yang mungkin terjadi di dalamnya. Rika -seorang janda cerai beranak satu yang pindah agama dari Islam menjadi Katholik- menjalankan bisnis toko buku, sambil ditemani Surya -seorang figuran film- dalam melewatkan hari-harinya. Lalu ada Menuk, seorang istri cantik nan solehah, dan punya seorang suami bernama Soleh yang sangat butuh pengakuan menjadi seorang lelaki di mata istrinya, padahal Menuk mencintai Soleh tanpa syarat dan tak perlu pengakuan. Menuk bekerja di restoran milik pasangan tionghoa Tan Kat Sun – Lim Giok Lie, selain menjual makanan berbahan utama babi, restoran itu juga menjual makanan lainnya dari ayam dan sapi, dengan alat masak dan bumbu yang berbeda dengan yang dipakai untuk mengolah daging babi. Pasangan tionghoa ini mempunyai anak yang tampan, rupawan, gagah, perkasa, tapi suka melawan mereka, bernama Ping Hen.

Conflict of interest di film ini ya banyak, secara ada tiga kultur yang berbeda, dari mulai pemilihan peran di pementasan teater untuk Paskah, libur lebaran untuk para pekerja di restoran cina, dan banyaaak lagi. Saya sendiri sih gak mau nyeritain, takutnya jadi spoiler, karena film ini enak untuk diikuti alurnya, walaupun pada beberapa bagian ada yang masih terlihat melompat-lompat.

Quote-quote yang terdapat di film ini juga bagus-bagus, yang paling saya ingat di film ini adalah saat Rika bilang ke Surya, “Saya bercerai bukan karena saya mengkhianati Mas Panji, saya juga pindah agama bukan karena saya mengkhianati Tuhan!”. Lalu saat Nyonya Lie menasihati Menuk tentang pernikahan, “Menikah ibarat kapal. Yang satu mendayung, yang satu menunjukkan arah. Jika lelah, bisa berganti peran.”. Ada lagi yang lain, saat Surya bertanya pada Pak Ustadz, bagaimana caranya agar bisa dihormati orang lain, Pak Ustadz menjawab “Kalau ingin dihormati orang lain, jangan pernah berpikiran bahwa kita harus dihormati orang lain.”

Akting para pemeran di film ini tak bisa dipukul rata, ada yang bagus ada yang enggak. Akting yang menurut saya natural adalah akting Revalina dan Agus Kuncoro, walaupun Reva masih terlihat seperti Annisa di film Perempuan Berkalung Sorban. Agus Kuncoro jenaka sekali di sini, setiap adegan yang ada dia-nya hampir selalu membuat penonton tertawa. Saya lebih suka melihat akting Rio Dewanto di FTV sebagai pemuda unyu, dibandingkan sosok anak tionghoa yang garang dan berangasan. Sementara Reza Rahadian, apa mau dikata, aktingnya kok membosankan ya, seperti terjebak dalam sebuah stereotip karakter (silakan lihat aktingnya di Perempuan Berkalung Sorban dan Emak ingin Naik Haji). Dan tidak ada cast kakek-kakek cina yang lebih sempurna selain Henky Sulaiman, mengingatkan saya akan perannya dalam film CINtA garapan Steven Facius.

Akhir kata, film ini sangatlah layak untuk ditonton para kaum konservatif di negeri ini. Selamat, Mas Hanung, suah bisa membuat saya menangis (lagi) saat menonton film. :p

Cast:
Soleh – Reza Rahadian
Menuk – Revalina S. Temat
Rika – Endhita
Surya – Agus Kuncoro
Ping Hen – Rio Dewanto (kyaaa!!)
Tan Kat Sun – Henky Sulaiman
Doni – Glenn Friedly
Pak Ustadz – David Chalik
Istrinya + Anaknya Pak Ustadz – Istrinya + Anaknya Pak Sutradara

Pesan Moral: masuk gereja, bukan berarti masuk kristen loh.

Infoplus: Film hasil kolaborasi Dapur Film dan Mahaka Pictures ini sengaja diberi judul ? (baca Tanda Tanya) untuk memberikan keleluasan kepada para penonton dalam menyimpulkan makna dari keseluruhan cerita. Selanjutnya dari kesimpulan tersebut penonton berpartisipasi memberikan judul filmnya dengan mengirimkan sms ke 3230 (ketikTTNAMA#USIA#JENIS KELAMIN#KOTA#JAWABAN). Judul terpilih akan mendapatkan apresiasi sebesar Rp 100 juta,- . dan digunakan sebagai judul pada DVD film serta Novel yang akan segera diterbitkan. Periode pengiriman judul berlaku hingga akhir Juni 2011, pemenang diumumkan pada Juli 2011 pada saat dilakukan peluncuran Novel dan DVD Filmnya. Penjurian judul dilakukan oleh Hanung Bramantyo, Erick Thohir (Produser Eksekutif) dan beberapa pihak yang kompeten.

 
Leave a comment

Posted by on 04/13/2011 in Film, Review

 

Healthylicious Season 2

Jadi ya, SoyJoy sekarang bikin lagi program #SoyJoyHealthylicious, taun kemarin gw masuk 50 Finalis SOYJOY Healthylicious nya looohh.. Gak percaya juga bisa masuk dan menyisihkan 7091 peserta lainnya, lah badan gw gak ideal gini, gw pikir kan itu program buat yang body-nya okey dan gaya hidupnya sangat sehat. Tapi ternyata gw salah, itu justru program resolusi gaya hidup sehat. Kian pengen dong gw masuk 10 besar, dan hadiah utamanya itu jalan-jalan ke Jepuuunn!!

Manusia hanya bisa berdoa, Tuhan dan panitia Healthylicious yang menentukan, gw gak terpilih masuk 10 besar. Pengen nyambit Dimas Novriandi -yang masuk jadi salah satu finalis- pake catokan rambut deh waktu itu (berita bisa diklik di sini). Tapi lumayanlah, masuk 50 besar dapet Soy Joy sekardus (yang habis dibagi ke temen² sekantor) dan flashdisk yang bentuknya kayak bungkus SoyJoy gituh, unyuuuu banget!! Kalo gw ngeluarin tuh flashdisk pasti pada bakal kaget dan nanya beli di mana, sorry jek, ini eksklusip, buat 50 finalis #SoyJoyHealthlylicious doang… *halah*

Mudah-mudahan taun ini masuk ke-10 besar, biar resolusi sehat gw bisa dibantu buat tercapai. Teman² ayo daftar Soy Joy Healthylicious 2, klik aja gambar di bawah ini, buruan sebelum 17 April 2011!!

 
Leave a comment

Posted by on 04/08/2011 in Uncategorized

 

Unstoppable Big Spender, Uncontrollable Bad Girl… [An Album Review]

 

Gw juga lupa dapat CD ini dari siapa, tapi karena gw bosen dengan playlist gw, jadi deh gw setel ini di PC kantor sambil nemenin gw kerja. Gw inget nih nonton film yang dibintangin Isla Fisher ini, cuma gara-gara pengen liat baju-bajunya, tapi patut diakui, The Devil Wears Prada atau Sex on The City wardrobe-nya lebih keren daripada film ini.

Dari 14 lagu yang ada di sini, 11 diantaranya dibawakan oleh penyanyi cewek. Yes, shopaholic is way too girly. Lady Gaga dan Pussycat Dolls pun gak ketinggalan ikut ambil bagian di Track 2 dan Track 9 dengan membawakan lagu berjudul ‘Fashion’ dan ‘Bad Girls’. Dan Kat DeLuna menyumbang dua lagu di sini, ‘Calling You’ dan ‘Unstoppable’.

Namanya Shopaholic yaa jadi banyak lirik lagunya yang bertabur merk-merk fashion. Hmmm, jadi inget lagu My Humps – BEP, “Dolce and Gabbana, Fendi and then Donna Karan…”. Mayoritas memang upbeat sih, sesuai dengan rasa adrenalin kita yang terpompa saat rebutan belanjaan di Midnight Sale, tapi gak semuanya jedak-jeduk, ‘Stuck With Each Others – Shontelle feat. Akon’ cukup tenang beat-nya dibandingkan lagu-lagu lainnya. ‘Again – Natasha Bedingfield’ malah lebih mengulik sisi cinta²an dibandingkan sisi shopaholic-nya. Lagu yang mencuri perhatian gw adalah ‘Blue Jeans – Jessie James’, lucu aja ngedenger musiknya. ‘Takes Time to Love – Trey Songz’ malah lebih kayak lagu-lagunya Chris Brown gitu deh, asik sih, cuma bosen aja dengan beat seperti itu. Tiga track terakhir di album ini enak banget didengerin pas lagi mau tidur, gw aja lagi kerja sampe hampir ketiduran denger lagu-lagu ini.

Well, boleh bilang gw norak, tapi semua lagu di album ini, gak ada yang pernah gw denger sebelumnya! Tapi justru itu senangnya, menemukan lagu-lagu baru yang bisa refresh otak dari playlist lama.

Berikut adalah track list yang terdapat di album ini,

01. Jordyn Taylor – Accessory
02. Lady Gaga – Fashion
03. Jessie James – Blue Jeans
04. Adrienne Bailon – Uncontrollable
05. Kat DeLuna – Calling You
06. Shontelle – Stuck With Each Other (Feat. Akon)
07. Kat DeLuna – Unstoppable
08. Adrienne Bailon – Big Spender
09. The Pussycat Dolls – Bad Girl
10. Natasha Bedingfield – Again
11. Trey Songz – Time To Love
12. Greg Laswell – Girls Just Wanna Have Fun
13. Macy Gray – Don’t Forget Me
14. James Newton Howard – Shopaholic Suite

Two and a half out of five stars!!

 
Leave a comment

Posted by on 04/05/2011 in Album, Review