RSS

Monthly Archives: July 2013

Tentang Meninggalkan

Ada sebuah pertanyaan tentang ketakutan terbesar dalam hidupnya, seorang teman menjawab: ditinggalkan oleh seseorang yang sangat disayang…

Kita semua setuju dan pernah merasakan pedihnya ditinggalkan seseorang, tapi pernahkah berpikir seseorang yang meninggalkan kita merasakan kepedihan yang sama? Atau bahkan lebih besar? Atau mungkin tidak merasakan apa-apa?

Seorang teman yang lain, terbiasa ditinggalkan, kerap beranggapan jika orang-orang yang meninggalkannya karena tidak bahagia bersamanya. Dia selalu merasa sebagai korban yang paling tersakiti karena ditinggalkan. Sampai pada suatu saat, dia meninggalkan seseorang yang sebenarnya masih dia sayang. Alasannya sederhana, seseorang itu tidak kunjung memberikan kepastian dan berujung pada rasa insecure yang mendalam. Well, yang menurut saya sih, hubungan tanpa masa depan memang perlu diakhiri secepatnya biar tidak terlalu dalam.

Efeknya menyedihkan, teman saya terlihat kehilangan semangat hidup, tatapannya memilukan, auranya meredup, kondisinya seperti habis dikecup dementor. Padahal dia orang yang periang dan moodnya selalu terlihat baik. Mendengar ceritanya, saya jadi berpikir kalau orang-orang yang meninggalkan itu tak semuanya ingin hubungan benar-benar berakhir, tapi banyak alasan untuk mengakhiri sebuah hubungan. Rumit yah? Hmmm, erasing yourself from somebody’s life is not as simple as walking out the door.

Jadi saran saya kepadanya adalah,,, sabar. Memang sangat klise, tapi cuma waktu yang bisa menyembuhkan segalanya, bukan?

Hati adalah organ tubuh paling bebal, berkali-kali merasa sakit tapi tak jera merasakan sesuatu yang berujung kepedihan. Kalau setiap hubungan akan berakhir sakit, then we need somebody who’s worth the pain kan?

Jika harus memilih meninggalkan atau ditinggalkan, saya lebih memilih ditinggalkan, dengan alasan.

 

Advertisements
 
8 Comments

Posted by on 07/12/2013 in Uncategorized