RSS

Tentang Meninggalkan

12 Jul

Ada sebuah pertanyaan tentang ketakutan terbesar dalam hidupnya, seorang teman menjawab: ditinggalkan oleh seseorang yang sangat disayang…

Kita semua setuju dan pernah merasakan pedihnya ditinggalkan seseorang, tapi pernahkah berpikir seseorang yang meninggalkan kita merasakan kepedihan yang sama? Atau bahkan lebih besar? Atau mungkin tidak merasakan apa-apa?

Seorang teman yang lain, terbiasa ditinggalkan, kerap beranggapan jika orang-orang yang meninggalkannya karena tidak bahagia bersamanya. Dia selalu merasa sebagai korban yang paling tersakiti karena ditinggalkan. Sampai pada suatu saat, dia meninggalkan seseorang yang sebenarnya masih dia sayang. Alasannya sederhana, seseorang itu tidak kunjung memberikan kepastian dan berujung pada rasa insecure yang mendalam. Well, yang menurut saya sih, hubungan tanpa masa depan memang perlu diakhiri secepatnya biar tidak terlalu dalam.

Efeknya menyedihkan, teman saya terlihat kehilangan semangat hidup, tatapannya memilukan, auranya meredup, kondisinya seperti habis dikecup dementor. Padahal dia orang yang periang dan moodnya selalu terlihat baik. Mendengar ceritanya, saya jadi berpikir kalau orang-orang yang meninggalkan itu tak semuanya ingin hubungan benar-benar berakhir, tapi banyak alasan untuk mengakhiri sebuah hubungan. Rumit yah? Hmmm, erasing yourself from somebody’s life is not as simple as walking out the door.

Jadi saran saya kepadanya adalah,,, sabar. Memang sangat klise, tapi cuma waktu yang bisa menyembuhkan segalanya, bukan?

Hati adalah organ tubuh paling bebal, berkali-kali merasa sakit tapi tak jera merasakan sesuatu yang berujung kepedihan. Kalau setiap hubungan akan berakhir sakit, then we need somebody who’s worth the pain kan?

Jika harus memilih meninggalkan atau ditinggalkan, saya lebih memilih ditinggalkan, dengan alasan.

 

Advertisements
 
8 Comments

Posted by on 07/12/2013 in Uncategorized

 

8 responses to “Tentang Meninggalkan

  1. chacha richa

    09/01/2013 at 08:49

    keren kak 🙂 sukasukasuka (y)

     
  2. Nugraha Ady

    10/03/2013 at 22:45

    satu ketakutan menurut gue ketika kita memutuskan untuk meninggalkan atau pergi atau menghilang. ketakutan untuk tidak bisa bertemu lagi.

     
  3. thisisfarid

    10/09/2013 at 15:49

    Gw pernah mimpi mati. Ketika semua orang menangisi kita karena kita tinggalkan, ternyata kita lebih sedih dan nelangsa ketika melihat akan meninggalkan mereka.
    Hehe. morbid banget ye komennya.

     
    • gembrit

      10/09/2013 at 17:02

      Nah, seperti itulah rasanya.. Tapi kan habis meninggal itu ga ngerasain apa2. Hahaha…

       
  4. kw

    11/05/2013 at 08:48

    hmmm rumit memang soal cinta. tapi memang begitu. seperti kutukan, semua orang tak pernah kapok. tapi bagiku itu dulu
    sekarang
    andai saya mencintai seseorang ya mencintai saja, sesederhana itu
    kalau dia (atau aku) yang pergi, segera saja cari ganti…. :))

     
  5. thenatalins

    12/24/2013 at 16:04

    gw, lebih milih meninggalkan ketika semua sudah ngga ada masa depan chick, ato kedepannya udah ngga bisa sevisi lagi. lebih baik meninggalkan ketika komunikasi masih bisa dilakukan dengan lancar. jadi semuanya jelas. 🙂

     
  6. anistaar

    01/02/2014 at 21:09

    Reblogged this on Bienvenido Amigos! and commented:
    well,,,,leaving someone is better if they don’t care about your ‘walking away’… *ngomong opo…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: