RSS

Monthly Archives: February 2014

Masjid Jagabayan

Kisahnya bermula dari seorang pria bernama Syekh Magelung. Beliau ini punya rambut panjang yang gak bisa dipotong! Karena jaman dulu belum ada teknik pemotongan dengan laser atau berlian, keliling lah Syekh Magelung ke sana ke mari minta tolong potongin rambutnya soalnya risih. Iyalah, lakik kok rambutnya kayak model Pantene yang sebelum pake Pantene atau kusut masai.

Sampailah beliau di wilayah Cirebon dan bertemu Sunan Gunung Jati (halo, SGJ datang lagi!). Ga perlu gunting, pisau, atau alat pemotong laser, cukup pakai tangan kosong rambut Syekh Magelung jadi pendek. HUWOW!!! (((TEPOK TANGAN)))

Syekh Magelung pun berterima kasih kepada SGJ dan menjadi muridnya. Untuk mengenang peristiwa pemotongan rambut yang sensasional itu, didirikanlah masjid yang ada di foto ini, namanya Masjid Jagabayan. Iya, masjidnya kecil banget, hampir ga keliatan kalo ga awas matanya.

Letak masjid Jagabayan ini di jalan Karanggetas. Konon kabarnya, orang yang “punya ilmu” atau “megang pusaka” ga boleh lewat jalan ini, karena efek magis bawaan ilmu atau pusaka itu akan musnah seperti musnahnya kesaktian rambut Syekh Magelung.

Sedih banget kondisi Masjid Jagabayan ini, depannya aja toko, gang masuknya sempit pula. 😦

Kisah cinta Syekh Magelung ini cukup menarik, lho. Jadi gini, saat berguru dengan SGJ, Syekh Magelung kepincut dengan salah satu muridnya, Nyi Mas Gandasari. Nyi Mas Gandasari juga suka sama Syekh Magelung, tapiiii entah kenapa Nyi Mas ini ga mau jadi kekasih hati sang Syekh. Nyi Mas mau jadi kekasihnya PAS DI AKHIRAT AJA DONG! Boleh juga nih buat jadi alasan PHP-in orang, “kita pacarannya di akhirat aja, ya. Iya.”

View on Path

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on 02/18/2014 in Uncategorized

 

SGJ <3 Ong Tien


Banyaknya keramik China yang menempel di makam Sunan Gunung Jati karena pengaruh dari isterinya yaitu Puteri Ong Tien Nio dari Campa (perbatasan China – Mongolia).

Kisah cinta Ong Tien dan Sunan Gunung Jati (SGJ) ini sebagai berikut…

Once upon a time, SGJ melakukan syiar sampai ke negeri China (ga cuma menuntut ilmu aja yang nyampe sana ya). Lalu Raja Campa yang mendengar kesaktian SGJ mengundang beliau ke istananya sekalian menguji kesaktian. Dipanggilnyalah puteri kesayangannya, Ong Tien, dimasukan bokor emas ke perutnya, dan make baju kerajaan seperti biasa. Saat SGJ datang, disuruhlah beliau menebak Ong Tien hamil atau tidak. SGJ nebak kalo Ong Tien hamil! Raja ketawa, SGJ tak sesakti ekepetasinya. SGJ lalu meminta raja membuka pakaian Ong Tien untuk membuktikan ucapannya. JENG!! JENG!! Ong Tien hamil beneran! Bapaknya siapaaaaa?! :((

SGJ pun pulang kembali ke tanah Cirebon. Ong Tien yang terpukau oleh kesaktian SGJ, NYUSUL AJA DONG KE CIREBON YANG JARAKNYA PULUHAN RIBU KILOMETER!! Dasar tuan puteri ya, kalo udah suka langsung dijabanin!

Ong Tien akhirnya menikah dengan SGJ sebagai istri keempat. Weits, SGJ ga poligami, tiga istrinya terdahulu sudah meninggal dunia.

Dari Puteri Ong Tien, Sunan Gunung Jati punya anak namanya Aria Kemuning, kemudian menjadi Pangeran di Kuningan. Itulah mengapa orang Kuningan putih2 karena masih turunan China ceunah.
Nah, yang jadi pertanyaan, anak yang dikandung sama Ong Tien waktu SGJ suruh nebak apa kabar? Ga dijelasin sih, entah keguguran, atau mungkin itu cuma efek kebanyakan makan. Wallahu’alam.

Makam Sunan Gunung Jati hanya dibuka saat Maulid Nabi. Tapi komplek makam yang lainnya sih boleh diliat2. Kalau mau liat makam SGJ di hari2 biasa, HARUS ATAS SEIJIN SULTAN KERATON KASEPUHAN.

Tips:
Banyak pengemis anak-anak di sini. Jangan dikasih! Rumah mereka bagus-bagus, kok. – at Makam Sunan Gunung Jati

View on Path

 
Leave a comment

Posted by on 02/18/2014 in Uncategorized