RSS

Monthly Archives: July 2014

Siapapun Pemenangnya

Sengaja tulisan ini dibuat saat minggu tenang, biar tidak terkesan ada tendensi untuk memihak salah satu calon presiden. Tidak, tulisan ini bukanlah kampanye capres (walaupun konon KPU tidak mengatur soal kampanye via sosial media, eh tapi ini kan blog ya, bukan sosmed), tapi kampanye untuk memilih salah satu dari kandidat presiden negeri ini. Pemimpin yang akan menjadi penguasa, penggerak, pelindung nusantara.
Pernah seorang teman bertanya pada saya, “kamu dukung siapa? Kok gak ikutan rame di twitter?” Ya mau ikut bikin ramai atau tidak kan itu pilihan, dan saya memilih untuk tidak menunjukkan dukungan saya terhadap salah satu calon presiden.
Dari kacamata seorang saya, sekitar 85% orang-orang yang saya follow di twitter adalah pendukung Kak Jokowi, tapi kan para pemilih bukan cuma yang main twitter saja. Dari mulai petani penggarap sampai direktur perusahaan multinasional punya hak untuk menyalurkan suara mereka. Suara dihitung secara kuantitatif, bukan kualitatif. Jadi tidak ada suara seseorang yang bernilai dua atau tiga suara hanya karena dia merupakan tokoh masyarakat, misalnya. Pak Prabowo, walau tidak populer di timeline twitter saya, tapi kalau melihat kenyataan di lapangan, orang-orang sekitar saya, masih berpeluang untuk meraih banyak suara yang mungkin bisa mengalahkan kandidat lainnya.
Dalam masa kampanye kemarin, setiap kubu seperti menghalalkan bermacam cara untuk meraih dukungan. Cara-caranya pun beragam, dari yang positif kreatif, hingga menyebarkan isu negatif yang sangat ofensif. Melaporkan pelanggaran ke KPU pun seolah percuma, karena publik tidak mengetahui kelanjutan dari pelaanggaran-pelanggaran yang diperkarakan.
Sebagian orang merasa sangat terganggu dengan ulah para pendukung capres yang sama sekali gak hisa dibilangin. Bahkan sempat muncul quote yang berkata “pekerjaan paling sia-sia adalah memberi nasihat kepada: 1. Orang yang sedang jatuh cinta. 2. Pendukung capres.” Wajar saja mereka lelah setiap kali melihat timeline twitter atau pathnya, beranda facebooknya, recent update BBMnya, semuanya berisi tentang pembelaan capres yang didukung, dan ‘penyerangan’ kepada capres yang tidak didukung. Apa saya merasa terganggu? Terkadang iya, tapi saya menikmati fenomena ini. Ini adalah masa kampanye pemilu paling dramatis yang pernah saya alami.
Kandidat presiden yang hanya dua orang pun menguntungkan bagi rakyat Indonesia, karena Mahkamah Konstitusi sudah memutuskan bahwa pemilu hanya satu putaran. (Sumber: http://antaranews.com/berita/442283/mk-putuskan-pilpres-2014-digelar-satu-putaran) Jadi anggaran triliunan rupiah untuk penyelenggaraan pilpres putaran kedua bisa dihemat.
Lalu jika ditanya, siapakah yang saya dukung dalam pilpres kali ini? Hmmm, saya mendukung yang menang. Artinya, jika calon presiden yang saya pilih tak memenangkan pilpres, saya akan tetap mendukung beliau yang keluar sebagai pemenang. Oportunis? Saya rasa tidak, karena untuk membangun sebuah negeri yang besar ini, tak mungkin hanya satu sosok yang bekerja melainkan kita semua harus bekerja sama.
Intinya, siapapun pemenangnya dalam pemilu presiden nanti secara jujur dan adil, maka pemenang sejatinya adalah rakyat Indonesia.
Mari memilih presiden dan wakil presiden untuk lima tahun ke depan pada hari Rabu, 9 Juli 2014 di Tempat Pemungutan Suara terdekat.
image

 
2 Comments

Posted by on 07/07/2014 in Uncategorized