RSS

Betapa Nyaman di Zona Nyaman

12 Jan

Tulisan ini akan tampak sangat shallow bagi sebagian orang. Well, ambil hikmahnya aja, ya.

Seorang teman yang selama ini dikenal punya pasangan yang mukanya biasa-biasa aja cenderung lumayan (yah, skornya 55-75, ga sebanding sama dia yang skornya 89 dalam skala 1-100) mendadak punya pasangan yang kece banget! (skor A+). Gue kepo, dong, tumben-tumbenan dia punya pasangan kece. Mengingat kami sudah dekat dan kalau ngomong bisa asal jeplak, gue terlibat percakapan dengan dia tentang pasangan barunya.

Gue: Pacar lo sekarang kok “mendingan”?
Dia: Maksudnya?
Gue: Yaaa, biasanya kan mukanya pas-pasan gitu.
Dia: Ahahaha. You know me so well. Ya gitu, deh.
Gue: Kok bisa berubah gitu?
Dia: Gini, Bro. Selama ini kenapa gue selalu dapat yang pas-pasan buat cari aman. Dan gue sadar, itulah zona nyaman gue.
Gue: Lah, emang pacaran buat cari rasa nyaman, kan?
Dia: Gue bilang ‘zona nyaman’, bukan ‘rasa nyaman’.
Gue: Bedanya adalah…
Dia: People said, comfort zone has no good, comfort zone makes you can’t improve yourself. Kalau pasangan gue biasa-biasa aja terus, kapan gue bisa ‘meningkat’?
Gue: Ya tapi you’re so superficial! Ngeliat orang dari fisik doang! Tidak fair!
Dia: Yang ngejalanin hubungan itu siapa, sih? Gue, kan? Bukan lo.
Gue: Oke-oke. Gue pikir zona nyaman cuma ada di dunia kerja doang, di dunia percintaan pun ada ternyata.
Dia: Yep, someone said life begins when you leave your comfort zone.
Gue: Tapi kan orang cakep biasanya brengsek!
Dia: Tapi kan ada juga orang cakep yang baik hati, setia, dan tidak brengsek. Lagian, ya, kalau lo mau tau, setiap orang itu ada sisi brengseknya. Mantan-mantan gue yang kata lo mukanya pas-pasan semua itu, ada juga kok yang brengsek. Masih mending di-brengsek-in sama orang cakep, kan, daripada sama orang jelek. Ga rugi-rugi amat lah!
Gue: Hahahaha. You make me pondering.
Dia: Selama ini kenapa pacar gue biasa-biasa aja, karena gue pikir orang yang biasa-biasa aja itu ga bakal bandel. But adaaaaa aja yang bandel, ga semuanya lho, ya. Itulah comfort zone hati gue, padahal gue tinggal ambil resiko sedikit patah hati, gue bisa juga dapet apa yang gue pengen.

Iyalah gue jadi kepikiran. Kalau kita meninggalkan ‘zona nyaman’, siapa tau kita bisa dapatkan apa yang selama ini diidam-idamkan. πŸ˜€

Advertisements
 
5 Comments

Posted by on 01/12/2015 in Uncategorized

 

5 responses to “Betapa Nyaman di Zona Nyaman

  1. Mol

    01/21/2015 at 18:03

    So, are you staying in your comfort zone, Chicko?

     
    • gembrit

      01/26/2015 at 12:21

      I’m trying to… Wish me luck, Molelemon!

       
      • Mol

        01/26/2015 at 14:56

        Of course.

        Don’t forget to visit back.

         
  2. chikopicinoo

    02/01/2015 at 12:03

    (((Masih mending di-brengsek-in sama orang cakep, kan, daripada sama orang jelek. Ga rugi-rugi amat lah!)))
    iya juga sih….

     
  3. Arifinda D. P.

    02/01/2015 at 16:36

    aku kurang paham.. jadi pas pacaran ga pake perasaan? *gagal fokus*

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: