RSS

A Sharp Knife of A Short Life

28 Jan

Tadi di loker, seorang teman bilang, “Naya jadi trending topic.” Naya itu gadis awal duapuluhan, sekelas sama gue di body pump, posisinya sering berdekatan cuma komunikasi kita sebatas saling memandang dengan wajah lelah dan peluh bercucuran. “Kenapa Naya?” kepo gue, “dia meninggal!” Gue langsung lemes. Jadi, kemarin lusa adalah kali terakhir gue ketemu dia, dan kemarin banget dia wafat. Namanya umur memang ga bisa ditebak.

Beberapa teman gue juga ada yang sudah mendahului untuk menghadap Sang Pencipta. Tahun kemarin gue kehilangan seorang teman dekat, karena sakit. Tiga tahun lalu, gue kehilangan teman sebangku saat SMA karena kecelakaan, seminggu kemudian bekas rekan kerja di bandara juga meninggal akibat sakit. Umur mereka masih awal tigapuluhan, masih muda, kan?

Sebagai seorang Gleek, gue juga syok saat Cory Monteith dinyatakan meninggal. Cara meninggalnya sungguh sangat disesalkan dan gue ga bersimpati kalo meninggalnya karena overdosis obat terlarang. Episode The Quarterback dalam rangka mengenang Finn Hudson sangatlah dramatis, Gleek yang nonton pada nangis. Scene favorit gue adalah saat Santana Lopez (Naya Rivera) nyanyi If I Die Young.

 

Gue yakin sebagian besar pembaca blog ini masih muda mudi, sebisa mungkin jalani gaya hidup sehat, ya. Olah raga teratur, makan sesuai kebutuhan, istirahat cukup, agar terhindar dari penyakit berat.

Orang-orang yang mati muda, ada dua pendapat mengenai hal ini. Pertama, sayang sekali mereka masih muda sudah meninggal dunia, masih belum merasakan hal-hal yang seharusnya bisa dinikmati di dunia. Kedua, mereka sangat beruntung, karena hidup ini sangatlah melelahkan. Kalau kamu pendapatnya gimana? πŸ™‚

Advertisements
 
5 Comments

Posted by on 01/28/2015 in Uncategorized

 

5 responses to “A Sharp Knife of A Short Life

  1. Si Ochoy

    01/28/2015 at 22:22

    Aku masih belum siap mati muda, masih banyak mimpi yang perlu direalisasikan..

    Aku juga taku mati muda, karena pasti dosanya banyak.. Eh gak tau juga sih kalo makin tua mungkin makin banyak juga 😊

     
    • gembrit

      01/28/2015 at 22:46

      Kalo aku belum siapnya karena merasa masih berlumur dosa, mungkinkah akan kembali fitrah…

       
      • Si Ochoy

        01/29/2015 at 00:46

        Hehe sama kok πŸ™‚

         
  2. Riyan Wahyudi

    01/29/2015 at 03:03

    Aku menyetujui pendapat kedua, kak chik. Andai tahu hidup begitu berat ketika beranjak dewasa, yg mati muda akan merasa beruntung. Dan serius, pas SMP atau SMA gitu, aku punya harapan kalau dicabut nyawanya pas muda. Makanya suka banget kata-kata Soe Hoek Gie, yg bilang yg mati muda itu ialah orang yg beruntung.

    Suram banget yah aku. 😭

     
    • gembrit

      01/30/2015 at 23:26

      Frankly, aku juga yang kedua, Kak. Tapi mengingat dosa-dosa yang berlimpah ini, rasanya ga tau juga deh… 😭

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: