RSS

Lily Potter and The Friendzoned Prince

12 Feb

Postingan ini membahas tentang dua hal yang udah keseringan dibahas, friendzone dan Harry Potter.

Jadi, tadi sore gue buka video youtube yang mendadak viral padahal diunggahnya lebih dari setahun yang lalu, judulnya “Severus Snape | Important Scenes in Chronological Order”. Habis nonton itu, jadi pengen puk puk Alan Rickman (pemeran Severus Snape). Yang ga tau Severus Snape itu siapa, errrrrrrrr, baca aja deh ketujuh jilid Harry Potter. 😐

Oh iya, ini videonya.

Yang menarik adalah komentar dari si pembuat video, dia bilang gini,

Regardless of where you stand on Snape or Lily’s characters/choices, or their relationship, Lily didn’t friendzone Snape. He never told her how he felt, so technically she couldn’t reject his feelings. It’s debatable what would’ve happened if he had, but here’s a quote from an interview in 2007 w/ J.K. Rowling:
Interviewer: Did Lily ever have feelings back for Snape?
JKR: Yes. She might even have grown to love him romantically (she certainly loved him as a friend) if he had not loved Dark Magic so much, and been drawn to such loathsome people and acts.

poinnya adalah “He never told her how he felt, so technically she couldn’t reject his feelings.”
Sooooooooooo, kalo lo, lo, dan lo *tunjuk satu persatu* ga pernah nyatain cinta ke ybs, jangan ngaku jadi korban PHP, jangan ngaku kena friendzone! :))

Di sisi lain, menurut teori komunikasi klasik, komunikasi verbal itu hanya 20%, sisanya komunikasi non-verbal yang bisa ditunjukkan dari bahasa tubuh, gesture, dan belasan jenis lainnya. Jadi ga perlu diomongin, kan udah ngerti sendiri (kalo dianya ngerti dan peka). Ya ya ya, tapi para penjaga fans bisa berkelit dengan alasan “dianya ga pernah ngomong ke gue, kalo dia suka sama gue.” Nah, baca lagi poin di atas.

Buat menghibur klean klean yang (katanya) jadi korban friendzone, ini ada lagu dari 98 Degrees yang patut jadi anthem buat para korban kekejian lembah friendzone, [skip aja langsung ke 1:22]

Btw ada, lho, yang punya pengalaman tiga kali nembak ga dijawab-jawab sampe dia capek sendiri terus ninggalin. Eh, yang ditinggalin (yang gak jawab-jawab) malah merasa dicampakkan. :))

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on 02/12/2015 in Uncategorized

 

2 responses to “Lily Potter and The Friendzoned Prince

  1. Diffa Imajid

    02/17/2015 at 10:34

    ini kenapa di bagian akhirnya ada semacam curcol :))

     
    • gembrit

      06/26/2015 at 10:11

      Emang itu pengalaman pribadi, Mas… :))

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: