RSS

Monthly Archives: March 2015

Dua Film Indonesia Favorit

Selamat Hari Film Nasional! Kalo ditanya film Indonesia favorit gue apa, ya dua film ini.

Karena gue penggemar film2 omnibus dan film favorit gue sepanjang masa adalah Love Actually (so mainstream, eh?), makanya gue suka banget sama Love. Tapi film ini ga 100% Indonesia, sih. Sutradaranya orang Malaysia dan film ini kayak versi Indonesia dari film Malaysia berjudul Cinta yang sutradaranya sama.

Sementara gue suka Claudia/Jasmine karena alur maju mundur dengan plot yang lumayan ribet (anaknya emang suka yang ribet2) juga twist yang menawan di endingnya. Film ini bikin inget mantan (FYI, gue sekarang udah move-on dari semua mantan #pentingabis), karena dia minjemin dvd originalnya buat gue tonton. Soundtracknya (Dia – Maliq n d’essentials) juga gue sukaaa banget!

View on Path

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 03/30/2015 in Uncategorized

 

Rutinitas dan Ketenangan Hati

Sebagai anak yang tinggal bersama dengan orang tua, setiap pagi sebelum berangkat kerja, saya selalu mencium tangan kedua orang tua. Saya anggap itu hal yang biasa dan merupakan rutinitas. Sedari kecil saya diajarkan untuk mencium tangan orang tua dan kakak-kakak saya setiap kali akan berangkat sekolah. Ternyata menurut Adjie Silarus dalam buku terbarunya, cium tangan bukan hanya ritual yang menjadi rutinitas harian belaka. Itu adalah salah satu cara menyapa dengan cinta yang secara tak langsung menyatakan bahwa “Segala sesuatunya akan baik-baik saja…”

Memang, sih, namanya dalam keluarga, kadang ada gesekan-gesekan antara orang tua-anak atau antara kakak-adik. Tapi sebuah sentuhan sederhana di pagi hari, meluluhkan semuanya. Coba kalian rasakan, misalnya malam hari berantem sama Ibu, lalu esok paginya langsung ke luar rumah tanpa menyapanya. Kurangnya komunikasi dengan Ibu membuat kita berprasangka, padahal prasangka adalah sumber kekhawatiran. Rasa khawatir membuat pikiran tidak tenang, pastinya akan membuat hari menjadi berat.

Pada bagian lain di bab tentang Manusia, Hati, Cinta, dan Kasih ini, Adjie Silarus juga memberikan sebuah pencerahan yang sangat bermanfaat bagi saya, yaitu mengenai belajar menerima diri. Gue seperti remaja labil lainnya, seringkali bermasalah dengan self-esteem. Merasa diri ini kurang pinter, kurang ideal, kurang cakep, kurang ini, kurang itu, kurang lain-lain. Pokoknya merasa diri ini kurang banget dibandingkan dengan yang lain. Sampai pada saat gue denger lagu dari Colbie Caillat yang judulnya Try, liriknya seperti ini,

You don’t have to try so hard
You don’t have to give it all away
You just have to get up, get up, get up, get up
You don’t have to change a single thing

Kita tak perlu mengubah diri, tapi belajar menerima diri kita sendiri. Gimana caranya? Kira-kira seperti gambar di bawah ini

 

Yes, dengan berhenti sejenak dari segala pikiran yang menuntut macam-macam, kita akan paham bahwa setiap manusia adalah unik. Berkontemplasi dan berdamai dengan diri sendiri, agar bisa menerima diri apa adanya. Sekadar pembanding, setiap jenis bunga memiliki keindahan yang berbeda, dan akan tetap ada kumbang yang tertarik untuk menghampiri bunga tersebut. So, be yourself and be proud of it!

Masih banyak hal lain yang dibahas pada buku ini. Semuanya, I repeat, semuanya akan memberikan pencerahan dalam urusan hati, cinta, dan kasih.
Nah, buat kalian bisa mendapatkan pelajaran tersebut dari Adjie Silarus secara langsung! Caranya dengan pre order buku “Sadar Penuh, Hadir Utuh”¬†di sini dan bagi 20 orang yang beruntung bisa hadir dalam kelasnya Adjie! Karena terkadang membaca sendiri saja kurang cukup, perlu bimbingan secara langsung agar pencerahan bisa optimal.
 
2 Comments

Posted by on 03/01/2015 in Uncategorized