RSS

Monthly Archives: June 2015

Menggantungkan Kebahagiaan

Once upon a time, gue pernah ngetwit sebuah gambar di internet

Gambarnya seperti ini, sih

setelahnya, gue ngetwit begini

HAHAHAHAHA!!

Iyalah, seringkali kita tuh berada dalam euforia saat si gebetan, pacar, significant other, you name it, ngirim text duluan. Suddenly the world seems brighter. Enggak apa-apa, manusiawi banget, kok. Gue juga selalu begitu.

Idealnya, kita ga boleh menggantungkan mood sama orang lain, kita harus bisa mengatur mood kita sendiri. Ga mudah memang, tapi kalau mau tahu caranya, bisa dilihat banyak sekali di internet. Dari mulai senyum-senyum sendiri, sampai masturbasi. :))

Ini beberapa tips menaikkan mood dirangkum dari berbagai sumber:
1. Senyum.
Otak kita akan merespon bahwa kita sedang berbahagia, jadi itu akan (Secara instan) membuat kita merasa lebih baik. Senyumnya yang tulus, ya, jangan senyum getir atau senyum sinis.
2. Makan cokelat.
Dipercaya merangsang keluarnya endorfin (hormon yang diproduksi oleh otak yang memberikan rasa bahagia). Kalo takut gendut (atau lagi puasa) coba cara lainnya, yaitu
3. Dengerin lagu favoritmu yang bikin happy.
Jangan lagu yang menye-menye, nanti malah tambah drop.
4. Lihat video atau gambar yang lucu.
Tertawa adalah salah satu terapi untuk berbahagia, the happiest people in the world laugh often.
5. Aromaterapi.
Ciumlah aroma-aroma menyenangkan yang kamu suka. Aroma lavender, kayu manis, dan lemon, dipercaya bisa menstimulasi otak.
6. Menolong orang.
Lho, lagi ga mood kok malah nolong orang? Percayalah, nolong orang itu bakal bikin lo ngerasa berguna jadi manusia. Apalagi kalo orang yang ditolong ngucapin makasih dengan tulus, bahagianya naik berlipat-lipat.

Itu sebagian tipsnya, mau lebih lengkap, bisa dilihat di beberapa link di bawah ini.

34 Ways to Bust a Bad Mood in 10 minutes or Less
14 Mood-lifting Tricks for a Quick Pick-me-up
How to Put Yourself in a Better Mood

Dan masih banyak lagi sumbernya di internet, cobain aja deh.

Yang perlu diingat adalah…

Advertisements
 
5 Comments

Posted by on 06/28/2015 in Uncategorized

 

You’re Gonna Miss Me When I’m Gone

Awal bulan ini ada sebuah sekuel film yang ditunggu-tunggu penggemarnya (walaupun di Cirebon cuma muncul midnight doang dan gak ditayangin secara reguler). Yes, Pitch Perfect 2! Film remaja kebanyakan, tentang kehidupan kampus dan ekstrakulikulernya. Kalau Bring It On tentang pemandu sorak, Big Hero 6 tentang klub sains, film ini ceritanya tentang grup accapela. Reminds you with Glee, right? Right.

Oke, di sini gue ga akan jelasin tentang filmnya, tapi tentang lagu tema di film pertamanya yang unik, judulnya Cups. Tadinya (sebelum nonton film Pitch Perfect dan denger lagu ini) gue pikir ini adalah lagu tentang kemenangan. Cup kan bisa diartikan piala, ya. Ternyata cups di sini mengacu pada instrumen utama yang digunakan pada cover dari lagu berjudul You’re Gonna Miss Me milik Lulu and The Lampshades (ada perdebatan mengenai pemilik sah lagu ini, apakah Lulu and The Lampshades, atau dari lagu country tahun 1931 When I’m Gone oleh Carter Family, untuk lebih jelasnya klik di sini)

Nah, di lagu Cups ini, instrumennya adalah gelas (plastik, kalo gelas-gelas kaca bisa pecah kata Nia Daniaty). Ngeliat di youtube, banyak sekali cover lagu ini, nyanyinya pake gelas pastinya. Bahkan seorang anak kecil aja bisa bawain di audisi The Voice Kids Jerman!

Jadi penasaran gue, bisa gak sih bawain lagu ini pake instrumen gelas doang? Dengan tujuan untuk melatih otak dan sistem koordinasi yang sudah lama tidak dicekoki hal-hal baru, juga bisa jadi unique selling point(ga penting banget tujuannya), serta biar bisa pamer dong ke teman-teman, gue mulai belajar dari awal banget. Mencermati video tutorial di youtube secara satu persatu dan dicari yang paling gampang diikutin. Gue sempet frustasi, sih, kok orang-orang itu bisa dengan gampang banget tangannya mainin gelas sambil nyanyi. Ga langsung bisa, lah. puluhan kali ada gue gagal. Pelan-pelan, selangkah demi selangkah gue belajar lagu ini, pertama-tama gue coba kuasain dulu ritme instrumennya. Begitu udah bisa, coba sambil nyanyi, gagal puluhan kali. Gak gampang menyinkronkan mulut dan tangan, otak perlu bekerja sedikit keras dalam mengoordinasikannya.

Finally, setelah tiga hari berlatih di sela-sela kesibukan harian, gue bisa juga bawain lagu ini pake gelas kertas! Ga percaya, ini buktinya…

Horeee! “bener, kan, Lo tuh sebenernya bisa mendapatkan apa yang lo mau capai, asal lo mau belajar dan berusaha,” gitu kata gue ke diri gue sendiri. Hahaha.

Banyak hal yang gue dapat dalam proses pembelajaran lagu ini, gue jadi inget beberapa quotes di antaranya:

Do not compare your first step with other’s one hundred steps.

Yak, lo baru belajar, jadi jangan samain sama yang udah mahir, terus berusaha!

You will get what you want if you give it a try and work it till its done.

Haruslah berusaha dengan tekun agar bisa mendapatkan apa yang lo ingin capai.

Stay focus with your goal, even others mock at you.

Temen-temen gue pada heran, ngapain sih gue latihan gini? Biar apa? Pada ngetawain karena skill ini ga ada gunanya dalam hidup. Tapi gue pengen bisa karena gue pengen membuktikan ke diri gue sendiri kalo gue bisa. Gue ga mikir manfaat dalam kehidupan gue ke depannya gimana, pokoknya gue pengen bisa!

Ga disangka ya, dari hal kecil kayak gini, bisa dapat pelajaran hidup yang berarti. Halah…

Keasikan main instrumen, bikin sedikit pudar dalam penghayatan lirik lagunya, padahal maknanya dalam. Tentang sebuah ajakan dan kalo yang diajak ga mau, bakalan nyesel. Hemmm.

I’ve got my ticket for the long way ’round
The one with the prettiest of views
It’s got mountains, it’s got rivers
It’s got sights to give you shivers
But it sure would be prettier with you

When I’m gone, when I’m gone
You’re gonna miss me when I’m gone
You’re gonna miss me by my walk
You’re gonna miss me by my talk, oh
You’re gonna miss me when I’m gone

 
6 Comments

Posted by on 06/26/2015 in Uncategorized

 

Syarat Sah Traveler Pemula

Menurut artikel di Reader’s Digest, Anda Adalah Traveler Pemula, Jika ….

 

#1 Memotret sayap pesawat terbang

Ada yang nimbrung pas lewat langit Belitong…

Pas ngeliat keluar jendela pesawat, eh ada #Pikachu pengen ikut liburan. 😄

 

Kalo ini langit Bali..

I love the #blue of #Indonesia. ✈️ #Bali #sky #cloud #wing #airplane #throwback

 

 

#2 Mengunggah foto “temperatur saat ini”

Yah, karena gue kurang kreatif jadinya gini aja lah foto di Keraton Solo-nya…

29°C. *kipas kipas*

 

Ini sampe berdiri tengah jalan, untung jalan Slamet Riyadi lagi sepi bener..

Mas Slamet…

 

 

#3 Mencari wine dari daerah spesifik

Disesuaikan dengan kearifan lokal, wine diganti dengan jamu gendong. Langsung dari tangan Mbok Solo.

Jamu beras kencur nya satu, Buk!

 

Oh, harus beralkohol? Oke, tapi tetep bukan wine dan ga eksotis2 amat, cuma di sebuah beer house di Jakarta.

#liquors

 

 

#4 Mengabadikan kamar hotel

Ini nginepnya bukan di hotel, sih. Tapi resort di Jimbaran – Bali. Gapapa lah ya…

Get very excited with the spacious room at #Keraton #Jimbaran #Resort #Bali, I forgot to took a pic of it. This is the only picture of my Deluxe Room. Perfect for #honeymoon, unfortunately I slept here all alone. 😜 The bed’s runner pattern is #batik #Megamendung, remind me of my hometown. Above the headboard, there’s a Balinese girl picture staring straight to nowhere. Kinda creepy but that’s okay for me. The facility inside the room is standard four stars hotel. Sadly there’s no bath tub on the bathroom.

 

Sekalian OOTD, kalo ini di salah satu hotel di Surabaya.

#mirrorselfie

 

 

#5 Menolak transportasi publik di mana pun

Yak, perahu seperti ini harus disewa buat keliling pulau-pulau di Karimun Jawa. Bukan transportasi publik, karena Dishub belum menyediakan itu.

“Walau ke tujuh samudera pasti ku kan menunggu, karena ku yakin kau hanya untukku…”

 

Tapi sebenarnya gue senang sekali menggunakan angkutan publik, bahkan di kota sendiri. So, ini ada foto bareng temen-temen lagi nunggu MRT di Bangkok setelah semprot-semprotan di acara Songkran.

Selepas #songkran 2014, basah kuyup tapi puas! Hal paling menyenangkan adalah saat nembak2in orang dari tuktuk, itu rasanya kayak main game! Hahaha. Terus nembakin orang-orang secara random, ga ada yang marah, mereka malah ketawa terus bales nembak. Sudah lama rasanya gak sesenang ini main air. At least once on your lifetime ke acara ini deh. Seru! 😄

 

 

#6 Mengambil gambar dengan iPad

Ga punya iPad, tapi setiap foto liburan selalu pake kamera iPod. Males bawa kamera digital, apalagi SLR. Piknik kan buat senang-senang, bukan rempong bawa printilan.

#ootn #swag #red #white #blue

 

Inilah iPod kebanggaan yang mengambil gambar setiap kali gue traveling.

Get this very #cute #case for my #iPod! Check the most suitable case for your phone and gadget only at @littlelabmarket.

 

 

#7 Memotret setiap makanan

Bahkan bubur kacang tanah yang dijual mamang pinggir jalan di Simpang Lima – Semarang pun gue foto!

#peanuts #soup #breakfast #semarang #indonesia

 

Dan juga makanan perayaan saat main ke Pulau Seribu.

#foods #festival #PulauSeribu

 

 

#8 Selfie

CIRI-CIRI YANG GUE BANGET!! Prinsipnya “take a selfie, or it doesn’t happen.” Bisa aja kalo foto pemandangan doang, nyomot dari google. Kalo selfie? Males juga sih ngedit nempelin muka ke panorama di belakangnya.

Lagi mendaki gunung Papandayan.

Pokoknya #selfie harus ada. (งˆ▽ˆ)ง

 

Kaki di pinggir pantai Karimun Jawa.

#rhonnadesigns #karimunjawa #holiday #beach #summer #toms

 

Bukan cuma foto, nih sekalian video sunrise dari Dieng Plateau.

#sunrise #instavid #Dieng

A video posted by CHS (@gembrit) on Aug 23, 2014 at 5:33pm PDT

Just do what you want to do when you’re traveling. Ga usah khawatir temen lo bakal benci lo karena lo kebanyakan pamer, they would do the same kalo mereka ada waktu, tenaga, dan uang. :))

Seperti yang temen gue bilang, “traveling mah bikin orang jadi lebih selow yah, (artikel) ini malah jadi travel snobs kayak orang kurang piknik.”

 
6 Comments

Posted by on 06/06/2015 in Uncategorized