RSS

Monthly Archives: July 2015

Berakhir Pekan di Bedug Asyiiik 2015 Majalengka

Akhir pekan biasanya diisi dengan keramaian daerah perkotaan, tapi akhir pekan kemarin saya lewatkan dengan keramaian di area pedesaan.

Adalah Trip Bedug Asyiiik 2015 yang membuat saya mencoba sesuatu yang lain di akhir pekan. Bersama teman-teman blogger dan media, kami mengikuti rangkaian acara yang diadakan oleh Sampoerna ini. Diawali dengan kunjungan ke Keraton Kasepuhan, lalu berlanjut ke Keraton Kanoman. Di Keraton Kanoman, kami disambut oleh keluarga kesultanan yang juga mengantar kami memasuki area dalam keraton. Seumur hidup saya di Cirebon, saya belum pernah masuk lho ke dalamnya. Kondisi ruang dalam keraton terawat, namun singgasananya sudah diganti. Konon singgasana asli Sultan Kanoman terbuat dari gading dan merupakan warisan dari Prabu Siliwangi. Saat berkeliling di lingkungan Keraton Kanoman, saya sempat menyiarkan liputan langsung via Periscope.
Live Tour: Keraton Kanoman

Setelah puas berkeliling keraton, kami menuju Alun-alun Talaga – Majalengka, tempat diadakannya kompetisi Bedug Asyiiik 2015. Tak ketinggalan bedug milik Keraton Kanoman pun diarak menuju venue. Bedug pusaka yang sarat nilai sejarah bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya ini sehari-harinya disimpan di gedung pusaka Keraton Kanoman. Dibuat oleh penghulu dari masjid Keraton Kanoman bersama para kaum keraton, bedug ini sudah digunakan pada masa Sultan Anom Kanoman VIII Sultan Raja Muhammad Zulkarnaen (1873-1934). Dalam sejarahnya, selain sebagai penanda waktu sholat tiba, bedug tersebut juga digunakan untuk mengumpulkan para prajurit ketika akan berlatih perang dan untuk menyambut bulan Ramadan. Hingga saat ini, bedug tersebut masih digunakan untuk acara-acara kesenian yang berlangsung di lingkungan Keraton Kanoman. Untuk mengingatkan kembali warisan sejarah tersebut kepada masyarakat luas, bedug pusaka Keraton Kanoman diarak sepanjang jalan dari Kadipaten Majalengka hingga lokasi Bedug Asyiiik di Alun-alun Talaga – Majalengka.

Latar belakang diadakannya kompetisi Bedug Asyiiik 2015 adalah karena berkumpul dengan teman dari berbagai kalangan dan bertukar pikiran mengenai banyak hal telah menjadi salah satu kebiasaan bagi masyarakat Indonesia yang terkenal dengan karakter guyubnya. Dan di negeri ini, bedug memiliki peranan berarti bagi kegiatan berkumpul tersebut, karena alat musik yang bersejarah tersebut kerap kali memfasilitasi berkumpulnya berbagai komunitas.

Dari enam tim yang berpartisipasi dalam kompetisi bedug, tim Linggar Sejahtera, Bale Gede, dan Tunas Makmur berhasil menjadi tiga tim peserta terbaik yang berasal dari Cirebon, Majalengka, dan kota-kota sekitarnya. Setelah dilakukan coaching clinic oleh Pak Joko Gombloh (seorang pengamat seni dan budaya) dan kolaborasi di atas panggung, diumumkanlah pemenang kompetisi.Pembagian juara kompetisi bedug

Tim Linggar Sejahtera dinobatkan sebagai tim juara pertama, Mas Eka Ahmad selaku salah seorang anggota Linggar Sejahtera mengekspresikan kegembiraannya menjadi pemenang Bedug Asyiiik 2015 di Majalengka, Saya tidak menyangka akan jadi pemenang dalam kompetisi ini, tapi yang pasti saya menikmati rangkaian latihan yang kami lakukan selama persiapan. Hal tersebut membuat kami semakin belajar menghargai satu sama lain sekaligus mempererat tali pertemanan kami, sesuai dengan semangat yang dijunjung oleh Sampoerna Kretek. Apalagi kami sempat memperoleh pelatihan singkat dari Mas Gombloh dan komunitas bedugnya, yaitu Tim Rampak Bedug Si Kelap, sehingga kami bisa semakin mengharmoniskan tabuhan bedug tim kami dengan tim lainnya pada saat berkolaborasi di atas panggung.”

Tak hanya pementasan oleh para finalis, di atas panggung juga digelar pertunjukan spektakuler rampak bedug Si Kalap dari Solo dengan penabuh bedug laki-laki dan perempuan yang sangat kompak menabuh beduk. Saya juga mendokumentasikannya via Periscope.

Tak lengkap rasanya jika acara sebesar ini tidak ikut diramaikan artis nasional. Oleh karenanya Ebieth Beat A dan Doel Sumbang pun didapuk untuk menjadi penghibur masyarakat Majalengka dan sekitarnya yang datang ke Alun-alun Talaga malam itu. Sesaat sebelum naik panggung, Doel Sumbang sempat mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Sampoerna dalam mengadakan acara ini, karena bisa membuatnya bersilaturahmi dengan orang banyak. Doel Sumbang juga sempat memberi tips awet muda, karena penampilannya tidak terlihat menua sedikitpun dari sewaktu saya melihatnya terakhir kali di kala SD. Tipsnya adalah, berpikir positif dalam segala hal, jangan ribet, hade pikiran nu penting mah! Beliau juga berniat mensosialisasikan ‘salam bacantel’ dengan menggunakan kelingking. Filosofinya adalah kelingking itu simbol janji, juga simbol masyarakat kecil.

Doel Sumbang memraktekan 'salam bacantel' di atas panggung.

Acara Bedug Asyiiik 2015 ini tidak hanya diadakan di Majalengka, tetapi di 14 kota di Pulau Jawa. Kota lainnya adalah Jombang, Subang, Kebumen, Kediri, Probolinggo, Solo, Semarang, Pamekasan, Tasikmalaya, Garut, Tegal, Gresik, dan Sukabumi.

 
1 Comment

Posted by on 07/06/2015 in Uncategorized