RSS

Monthly Archives: September 2015

Kisah Jumat Ini

Kurang lebih enam bulan terakhir ini, ada pemandangan baru di masjid tempat saya biasa salat Jumat. Di teras masjid, ada bapak-bapak berkursi roda, berbaju koko, bersarung putih, dan sajadah di lengan kursi rodanya. Pandangannya kosong, “pasti terserang stroke,” ujar saya ke teman kantor yang juga salat Jumat di sini.
Setiap melihatnya, saya kagum dengannya, juga keluarganya. Di saat banyak yang malas pergi salat Jumat di masjid, Bapak ini tetap ingin menjalankan ibadah wajib, dibantu oleh anak lelakinya yang setiap Jumat mendorong sang Bapak dari rumah menuju masjid.
Jumat ini, saat saya menuju masjid tadi, Bapak yang saya belum tahu namanya itu tidak tampak di teras masjid. “Mungkin si Bapak sudah tidak kuat lagi untuk salat Jumat di masjid,” pikir saya.
Ternyata saya salah, seusai salat Jumat, Bapak tersebut datang ditemani anaknya.
Si Bapak tidak terduduk lagi di kursi roda, melainkan terbaring di dalam keranda.
Dan untuk pertama kalinya, saya tahu nama si Bapak saat Imam masjid memberi sambutan sebelum melaksanakan salat jenazah.

Selamat jalan, Bapak Untung Suryaman, semoga Bapak mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Ta’ala. Sampai bertemu lagi di kehidupan berikutnya. – at Kantor kejaksaan cirebon

See on Path

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on 09/18/2015 in Uncategorized

 

The Most Beautiful Curve

Everybody knows who is that gorgeous lady. Beyoncé!

Beyoncé gives the new standard of beauty. Jika dulu, imej perempuan cantik adalah tubuh yang langsing mendekati size zero, sekarang perempuan-perempuan semakin pede dengan tubuh berisi atau curvy istilahnya.

Saya bertanya kepada teman-teman yang curvy, “apa kalian bangga dengan bentuk tubuh curvy kalian?” Sebagian besar bilang iya! Saya bertanya lagi, “lekukan tubuh mana yang paling kalian suka? Which curve on your body that you like the most?” Beberapa menjawab, “hips! Pinggang!”

But you know, guys. There’s a better curve on your whole body that bring out the best of you.

The most beautiful curve in your whole body is your smile. 🙂

Pastinya senyum yang tulus, bukan senyum sinis atau senyum pahit.

Selain membuat wajah menjadi lebih cakep, senyum juga bisa menstimulasi otak agar membuat kita merasa lebih bahagia. Cara kerjanya, gerakan senyum melepaskan hormon endorfin dalam tubuh yang membuat kita senang, juga melapaskan hormon serotonin yang memberikan efek antidepresi dan pereda nyeri secara alami.

So, whenever you’re in a deep down problem, try to smile (yang tulus, ya), agar otak “tertipu” dan membuat kita merasa lebih baik.

As you travel on life’s ways, with its many ups and downs,
Remember it’s quite true to say, one smile is worth a dozen frowns.
Among the world’s expensive things, a smile is very cheap.
And when you give a smile away, you get one back to keep.

Trik untuk mempesona lawan bicara secara instan adalah dengan tersenyum. Tunjukkan Duchenne smile milikmu tanpa ragu. Bunda Teresa once said, “everytime you smile at someone, it is an act of love, a gift to that person, a beautiful thing.”

And if you don’t have smile, I will give you mine…

 
Leave a comment

Posted by on 09/09/2015 in Uncategorized