RSS

Category Archives: Review

Penguasa Rawa Pening

Pening dalam Rawa Pening bukan berasal dari sakit kepala, melainkan dari kata “bening”, karena dahulu kala, rawa ini dikenal karena kejernihannya.

Di samping Rawa Pening ada rel kereta seperti ini

c54l6kcvuaecwgx

Sumber: twitter @SabaiX

Wah, rel kereta buat apaan tuh? Ternyata rel kereta ini dilewati oleh Kereta Wisata Ambarawa, seperti info di bawah ini

Begitu memasuki Rawa Pening, ada alat-alat berat yang mengambil eceng gondok.

Kenapa eceng gondoknya diambil? Karena eceng gondok adalah hama bagi Rawa Pening yang bisa mematikan organisme di danau seluas 2700 hektar ini. Sebaran eceng gondok sendiri sudah menguasai dua pertiga dari luas total Rawa Pening. Sehingga sekarang Rawa Pening dikuasai oleh eceng gondok! Oleh karenanya, harus ada penanganan mengenai eceng gondok yang penyebarannya kian mengkhawatirkan.

Untungnya ada Sido Muncul, perusahaan jamu terbesar di Indonesia ini memanfaatkan eceng gondok di Rawa Pening, untuk diproses menjadi biogas sebagai bahan bakar industrinya. Dengan supply bahan bakar fosil yang kian terbatas dan demand yang kian tinggi, mau tidak mau kalangan industri harus memikirkan alternatif lain pengganti bahan bakar fosil untuk kegiatan operasionalnya. Beginilah kurang lebih video proses mengubah eceng gondok menjadi pellet yang mengandung biogas.

Bentuk pelletnya seperti ini…

Keren, ya, Sido Muncul, bisa mengubah hama menjadi sumber energi baru. Lokasinya pun dekat dengan pabrik, jadi selain melestarikan lingkungan sekitar, juga memberikan salah satu solusi bagi pencemaran Rawa Pening oleh eceng gondok ini.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 03/10/2017 in Place, Review

 

Film-Film Favorit di 2016

Film-Film Favorit di 2016

Sebentar lagi juga Oscar tayang, kebanyakan yang masuk nominasi adalah film-film yang serius dan “berat” bagi sebagian orang. Nah, di postingan ini, gue akan memberikan list film-film favorit gue sepanjang 2016. Tentu saja selera gue, ya.

Terdiri dari dua film animasi, dua film superhero, satu film thriller, satu komedi, satu romantic drama, satu film fantasi, satu film action.

Tapi sebelumnya, liat dulu, yuk, cuplikan dari film-film box office yang tayang di 2016!

Hitung mundur mulai dari nomor 9!

9. Don’t Breathe
Menceritakan tentang perampokan di rumah seorang veteran perang yang buta. Kayaknya gampang banget ngerampok rumah orang buta, ya? Ternyata tidak! Film ini berhasil membuat satu studio menahan nafas! Dalam film ini, komplotan perampok menjadi protagonisnya.

8. The Professional
Film terakhir yang gue tonton di 2016! Kayaknya ini film Indonesia pertama yang bergenre heist. Salah satu keunggulan film ini adalah taburan bintang-bintang yang rupawan.

7. Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children
Satu kata, “SUKA!” Dua kata, “SUKA BANGET!” Secara gue suka film-film fantasi, kisah film yang bergenre dark fantasy ini menyenangkan diikutin. Takjub sama kekuatan unik dari anak-anaknya dan twistnya bikin tepuk tangan karena seru!

6. Zootopia
Film terbaik di 2016 versi Rotten Tomatoes yang tayang di Indonesia, skornya 98%! Zootopia menyentil isu2 di kehidupan sosial manusia. Lagu Try Everything is very inspiring!

5. Bad Moms
Film komedi yang ringan ala-ala persaingan remaja versi mamah muda. Dialog-dialog di film ini witty dan quote-able!

4. Moana
Disney’s new princess yang ga berkulit pucat dan berambut blonde. Moana si gadis dari lautan Pasifik membius para penonton dengan nyanyian dan lelucon yang mengocok perut semua umur. See the line where the sky meets the sea? It calls me~

3. Suicide Squad
Film buruk bagi para kritikus, but whatever, I enjoy the movie and the soundtracks. Entertaining! Gue bukan movie snob ala-ala yang bilang film ini jelek, ga masuk akal, de el el. Lah, film superhero mana yang masuk akal?

2. Me Before You
Saat Daenerys Stormborn from the House of Targaryen, the First of Her Name; Queen of the Andals, the Rhoynar, and the First Men; Lady Regnant of the Seven Kingdoms; Protector of the Realm; Khaleesi of the Great Grass Sea; Breaker of Chains; Mother of Dragons, dari Game of Thrones dipasangkan dengan Finnick Odair dari The Hunger Games dalam sebuah film romantis. Hasilnya menakjubkan dan bikin baper! Fun fact: rilis bersamaan dengan ulang tahun gue.

1. Doctor Strange
Jarang gue suka sama film superhero seperti suka gue ke film ini. Film yang mengulik sisi spiritual manusia yang seringkali terabaikan. Semoga setelah menonton film ini, orang-orang jadi sadar bahwa sisi spiritual penting banget buat diulik.

So, adakah film favorit kalian di 2016 yang belum masuk list ini? Tulis di kolom komen beserta alasannya, ya… 😀

 
Leave a comment

Posted by on 02/25/2017 in Film, Review

 

Masih Pentingkah Kita Berbeda? [a film review]

Satu lagi film karya Hanung Bramantyo yang bagus untuk dilihat, terakhir saya nonton Perempuan Berkalung Sorban di awal tahun 2009 (reviewnya bisa dilihat di sini). Salah satu hal yang saya suka di film ini adalah ke-multiplot-annya, terakhir menemukan multiplot bagus itu di film LOVE produksi 2008.

Mengambil setting di Pasar Baru – Semarang pada medio 2010, film ? bercerita tentang perbedaan etnis dan gesekan-gesekan yang mungkin terjadi di dalamnya. Rika -seorang janda cerai beranak satu yang pindah agama dari Islam menjadi Katholik- menjalankan bisnis toko buku, sambil ditemani Surya -seorang figuran film- dalam melewatkan hari-harinya. Lalu ada Menuk, seorang istri cantik nan solehah, dan punya seorang suami bernama Soleh yang sangat butuh pengakuan menjadi seorang lelaki di mata istrinya, padahal Menuk mencintai Soleh tanpa syarat dan tak perlu pengakuan. Menuk bekerja di restoran milik pasangan tionghoa Tan Kat Sun – Lim Giok Lie, selain menjual makanan berbahan utama babi, restoran itu juga menjual makanan lainnya dari ayam dan sapi, dengan alat masak dan bumbu yang berbeda dengan yang dipakai untuk mengolah daging babi. Pasangan tionghoa ini mempunyai anak yang tampan, rupawan, gagah, perkasa, tapi suka melawan mereka, bernama Ping Hen.

Conflict of interest di film ini ya banyak, secara ada tiga kultur yang berbeda, dari mulai pemilihan peran di pementasan teater untuk Paskah, libur lebaran untuk para pekerja di restoran cina, dan banyaaak lagi. Saya sendiri sih gak mau nyeritain, takutnya jadi spoiler, karena film ini enak untuk diikuti alurnya, walaupun pada beberapa bagian ada yang masih terlihat melompat-lompat.

Quote-quote yang terdapat di film ini juga bagus-bagus, yang paling saya ingat di film ini adalah saat Rika bilang ke Surya, “Saya bercerai bukan karena saya mengkhianati Mas Panji, saya juga pindah agama bukan karena saya mengkhianati Tuhan!”. Lalu saat Nyonya Lie menasihati Menuk tentang pernikahan, “Menikah ibarat kapal. Yang satu mendayung, yang satu menunjukkan arah. Jika lelah, bisa berganti peran.”. Ada lagi yang lain, saat Surya bertanya pada Pak Ustadz, bagaimana caranya agar bisa dihormati orang lain, Pak Ustadz menjawab “Kalau ingin dihormati orang lain, jangan pernah berpikiran bahwa kita harus dihormati orang lain.”

Akting para pemeran di film ini tak bisa dipukul rata, ada yang bagus ada yang enggak. Akting yang menurut saya natural adalah akting Revalina dan Agus Kuncoro, walaupun Reva masih terlihat seperti Annisa di film Perempuan Berkalung Sorban. Agus Kuncoro jenaka sekali di sini, setiap adegan yang ada dia-nya hampir selalu membuat penonton tertawa. Saya lebih suka melihat akting Rio Dewanto di FTV sebagai pemuda unyu, dibandingkan sosok anak tionghoa yang garang dan berangasan. Sementara Reza Rahadian, apa mau dikata, aktingnya kok membosankan ya, seperti terjebak dalam sebuah stereotip karakter (silakan lihat aktingnya di Perempuan Berkalung Sorban dan Emak ingin Naik Haji). Dan tidak ada cast kakek-kakek cina yang lebih sempurna selain Henky Sulaiman, mengingatkan saya akan perannya dalam film CINtA garapan Steven Facius.

Akhir kata, film ini sangatlah layak untuk ditonton para kaum konservatif di negeri ini. Selamat, Mas Hanung, suah bisa membuat saya menangis (lagi) saat menonton film. :p

Cast:
Soleh – Reza Rahadian
Menuk – Revalina S. Temat
Rika – Endhita
Surya – Agus Kuncoro
Ping Hen – Rio Dewanto (kyaaa!!)
Tan Kat Sun – Henky Sulaiman
Doni – Glenn Friedly
Pak Ustadz – David Chalik
Istrinya + Anaknya Pak Ustadz – Istrinya + Anaknya Pak Sutradara

Pesan Moral: masuk gereja, bukan berarti masuk kristen loh.

Infoplus: Film hasil kolaborasi Dapur Film dan Mahaka Pictures ini sengaja diberi judul ? (baca Tanda Tanya) untuk memberikan keleluasan kepada para penonton dalam menyimpulkan makna dari keseluruhan cerita. Selanjutnya dari kesimpulan tersebut penonton berpartisipasi memberikan judul filmnya dengan mengirimkan sms ke 3230 (ketikTTNAMA#USIA#JENIS KELAMIN#KOTA#JAWABAN). Judul terpilih akan mendapatkan apresiasi sebesar Rp 100 juta,- . dan digunakan sebagai judul pada DVD film serta Novel yang akan segera diterbitkan. Periode pengiriman judul berlaku hingga akhir Juni 2011, pemenang diumumkan pada Juli 2011 pada saat dilakukan peluncuran Novel dan DVD Filmnya. Penjurian judul dilakukan oleh Hanung Bramantyo, Erick Thohir (Produser Eksekutif) dan beberapa pihak yang kompeten.

 
Leave a comment

Posted by on 04/13/2011 in Film, Review

 

Unstoppable Big Spender, Uncontrollable Bad Girl… [An Album Review]

 

Gw juga lupa dapat CD ini dari siapa, tapi karena gw bosen dengan playlist gw, jadi deh gw setel ini di PC kantor sambil nemenin gw kerja. Gw inget nih nonton film yang dibintangin Isla Fisher ini, cuma gara-gara pengen liat baju-bajunya, tapi patut diakui, The Devil Wears Prada atau Sex on The City wardrobe-nya lebih keren daripada film ini.

Dari 14 lagu yang ada di sini, 11 diantaranya dibawakan oleh penyanyi cewek. Yes, shopaholic is way too girly. Lady Gaga dan Pussycat Dolls pun gak ketinggalan ikut ambil bagian di Track 2 dan Track 9 dengan membawakan lagu berjudul ‘Fashion’ dan ‘Bad Girls’. Dan Kat DeLuna menyumbang dua lagu di sini, ‘Calling You’ dan ‘Unstoppable’.

Namanya Shopaholic yaa jadi banyak lirik lagunya yang bertabur merk-merk fashion. Hmmm, jadi inget lagu My Humps – BEP, “Dolce and Gabbana, Fendi and then Donna Karan…”. Mayoritas memang upbeat sih, sesuai dengan rasa adrenalin kita yang terpompa saat rebutan belanjaan di Midnight Sale, tapi gak semuanya jedak-jeduk, ‘Stuck With Each Others – Shontelle feat. Akon’ cukup tenang beat-nya dibandingkan lagu-lagu lainnya. ‘Again – Natasha Bedingfield’ malah lebih mengulik sisi cinta²an dibandingkan sisi shopaholic-nya. Lagu yang mencuri perhatian gw adalah ‘Blue Jeans – Jessie James’, lucu aja ngedenger musiknya. ‘Takes Time to Love – Trey Songz’ malah lebih kayak lagu-lagunya Chris Brown gitu deh, asik sih, cuma bosen aja dengan beat seperti itu. Tiga track terakhir di album ini enak banget didengerin pas lagi mau tidur, gw aja lagi kerja sampe hampir ketiduran denger lagu-lagu ini.

Well, boleh bilang gw norak, tapi semua lagu di album ini, gak ada yang pernah gw denger sebelumnya! Tapi justru itu senangnya, menemukan lagu-lagu baru yang bisa refresh otak dari playlist lama.

Berikut adalah track list yang terdapat di album ini,

01. Jordyn Taylor – Accessory
02. Lady Gaga – Fashion
03. Jessie James – Blue Jeans
04. Adrienne Bailon – Uncontrollable
05. Kat DeLuna – Calling You
06. Shontelle – Stuck With Each Other (Feat. Akon)
07. Kat DeLuna – Unstoppable
08. Adrienne Bailon – Big Spender
09. The Pussycat Dolls – Bad Girl
10. Natasha Bedingfield – Again
11. Trey Songz – Time To Love
12. Greg Laswell – Girls Just Wanna Have Fun
13. Macy Gray – Don’t Forget Me
14. James Newton Howard – Shopaholic Suite

Two and a half out of five stars!!

 
Leave a comment

Posted by on 04/05/2011 in Album, Review