RSS

Category Archives: Film

Film-Film Favorit di 2016

Film-Film Favorit di 2016

Sebentar lagi juga Oscar tayang, kebanyakan yang masuk nominasi adalah film-film yang serius dan “berat” bagi sebagian orang. Nah, di postingan ini, gue akan memberikan list film-film favorit gue sepanjang 2016. Tentu saja selera gue, ya.

Terdiri dari dua film animasi, dua film superhero, satu film thriller, satu komedi, satu romantic drama, satu film fantasi, satu film action.

Tapi sebelumnya, liat dulu, yuk, cuplikan dari film-film box office yang tayang di 2016!

Hitung mundur mulai dari nomor 9!

9. Don’t Breathe
Menceritakan tentang perampokan di rumah seorang veteran perang yang buta. Kayaknya gampang banget ngerampok rumah orang buta, ya? Ternyata tidak! Film ini berhasil membuat satu studio menahan nafas! Dalam film ini, komplotan perampok menjadi protagonisnya.

8. The Professional
Film terakhir yang gue tonton di 2016! Kayaknya ini film Indonesia pertama yang bergenre heist. Salah satu keunggulan film ini adalah taburan bintang-bintang yang rupawan.

7. Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children
Satu kata, “SUKA!” Dua kata, “SUKA BANGET!” Secara gue suka film-film fantasi, kisah film yang bergenre dark fantasy ini menyenangkan diikutin. Takjub sama kekuatan unik dari anak-anaknya dan twistnya bikin tepuk tangan karena seru!

6. Zootopia
Film terbaik di 2016 versi Rotten Tomatoes yang tayang di Indonesia, skornya 98%! Zootopia menyentil isu2 di kehidupan sosial manusia. Lagu Try Everything is very inspiring!

5. Bad Moms
Film komedi yang ringan ala-ala persaingan remaja versi mamah muda. Dialog-dialog di film ini witty dan quote-able!

4. Moana
Disney’s new princess yang ga berkulit pucat dan berambut blonde. Moana si gadis dari lautan Pasifik membius para penonton dengan nyanyian dan lelucon yang mengocok perut semua umur. See the line where the sky meets the sea? It calls me~

3. Suicide Squad
Film buruk bagi para kritikus, but whatever, I enjoy the movie and the soundtracks. Entertaining! Gue bukan movie snob ala-ala yang bilang film ini jelek, ga masuk akal, de el el. Lah, film superhero mana yang masuk akal?

2. Me Before You
Saat Daenerys Stormborn from the House of Targaryen, the First of Her Name; Queen of the Andals, the Rhoynar, and the First Men; Lady Regnant of the Seven Kingdoms; Protector of the Realm; Khaleesi of the Great Grass Sea; Breaker of Chains; Mother of Dragons, dari Game of Thrones dipasangkan dengan Finnick Odair dari The Hunger Games dalam sebuah film romantis. Hasilnya menakjubkan dan bikin baper! Fun fact: rilis bersamaan dengan ulang tahun gue.

1. Doctor Strange
Jarang gue suka sama film superhero seperti suka gue ke film ini. Film yang mengulik sisi spiritual manusia yang seringkali terabaikan. Semoga setelah menonton film ini, orang-orang jadi sadar bahwa sisi spiritual penting banget buat diulik.

So, adakah film favorit kalian di 2016 yang belum masuk list ini? Tulis di kolom komen beserta alasannya, ya… 😀

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 02/25/2017 in Film, Review

 

Masih Pentingkah Kita Berbeda? [a film review]

Satu lagi film karya Hanung Bramantyo yang bagus untuk dilihat, terakhir saya nonton Perempuan Berkalung Sorban di awal tahun 2009 (reviewnya bisa dilihat di sini). Salah satu hal yang saya suka di film ini adalah ke-multiplot-annya, terakhir menemukan multiplot bagus itu di film LOVE produksi 2008.

Mengambil setting di Pasar Baru – Semarang pada medio 2010, film ? bercerita tentang perbedaan etnis dan gesekan-gesekan yang mungkin terjadi di dalamnya. Rika -seorang janda cerai beranak satu yang pindah agama dari Islam menjadi Katholik- menjalankan bisnis toko buku, sambil ditemani Surya -seorang figuran film- dalam melewatkan hari-harinya. Lalu ada Menuk, seorang istri cantik nan solehah, dan punya seorang suami bernama Soleh yang sangat butuh pengakuan menjadi seorang lelaki di mata istrinya, padahal Menuk mencintai Soleh tanpa syarat dan tak perlu pengakuan. Menuk bekerja di restoran milik pasangan tionghoa Tan Kat Sun – Lim Giok Lie, selain menjual makanan berbahan utama babi, restoran itu juga menjual makanan lainnya dari ayam dan sapi, dengan alat masak dan bumbu yang berbeda dengan yang dipakai untuk mengolah daging babi. Pasangan tionghoa ini mempunyai anak yang tampan, rupawan, gagah, perkasa, tapi suka melawan mereka, bernama Ping Hen.

Conflict of interest di film ini ya banyak, secara ada tiga kultur yang berbeda, dari mulai pemilihan peran di pementasan teater untuk Paskah, libur lebaran untuk para pekerja di restoran cina, dan banyaaak lagi. Saya sendiri sih gak mau nyeritain, takutnya jadi spoiler, karena film ini enak untuk diikuti alurnya, walaupun pada beberapa bagian ada yang masih terlihat melompat-lompat.

Quote-quote yang terdapat di film ini juga bagus-bagus, yang paling saya ingat di film ini adalah saat Rika bilang ke Surya, “Saya bercerai bukan karena saya mengkhianati Mas Panji, saya juga pindah agama bukan karena saya mengkhianati Tuhan!”. Lalu saat Nyonya Lie menasihati Menuk tentang pernikahan, “Menikah ibarat kapal. Yang satu mendayung, yang satu menunjukkan arah. Jika lelah, bisa berganti peran.”. Ada lagi yang lain, saat Surya bertanya pada Pak Ustadz, bagaimana caranya agar bisa dihormati orang lain, Pak Ustadz menjawab “Kalau ingin dihormati orang lain, jangan pernah berpikiran bahwa kita harus dihormati orang lain.”

Akting para pemeran di film ini tak bisa dipukul rata, ada yang bagus ada yang enggak. Akting yang menurut saya natural adalah akting Revalina dan Agus Kuncoro, walaupun Reva masih terlihat seperti Annisa di film Perempuan Berkalung Sorban. Agus Kuncoro jenaka sekali di sini, setiap adegan yang ada dia-nya hampir selalu membuat penonton tertawa. Saya lebih suka melihat akting Rio Dewanto di FTV sebagai pemuda unyu, dibandingkan sosok anak tionghoa yang garang dan berangasan. Sementara Reza Rahadian, apa mau dikata, aktingnya kok membosankan ya, seperti terjebak dalam sebuah stereotip karakter (silakan lihat aktingnya di Perempuan Berkalung Sorban dan Emak ingin Naik Haji). Dan tidak ada cast kakek-kakek cina yang lebih sempurna selain Henky Sulaiman, mengingatkan saya akan perannya dalam film CINtA garapan Steven Facius.

Akhir kata, film ini sangatlah layak untuk ditonton para kaum konservatif di negeri ini. Selamat, Mas Hanung, suah bisa membuat saya menangis (lagi) saat menonton film. :p

Cast:
Soleh – Reza Rahadian
Menuk – Revalina S. Temat
Rika – Endhita
Surya – Agus Kuncoro
Ping Hen – Rio Dewanto (kyaaa!!)
Tan Kat Sun – Henky Sulaiman
Doni – Glenn Friedly
Pak Ustadz – David Chalik
Istrinya + Anaknya Pak Ustadz – Istrinya + Anaknya Pak Sutradara

Pesan Moral: masuk gereja, bukan berarti masuk kristen loh.

Infoplus: Film hasil kolaborasi Dapur Film dan Mahaka Pictures ini sengaja diberi judul ? (baca Tanda Tanya) untuk memberikan keleluasan kepada para penonton dalam menyimpulkan makna dari keseluruhan cerita. Selanjutnya dari kesimpulan tersebut penonton berpartisipasi memberikan judul filmnya dengan mengirimkan sms ke 3230 (ketikTTNAMA#USIA#JENIS KELAMIN#KOTA#JAWABAN). Judul terpilih akan mendapatkan apresiasi sebesar Rp 100 juta,- . dan digunakan sebagai judul pada DVD film serta Novel yang akan segera diterbitkan. Periode pengiriman judul berlaku hingga akhir Juni 2011, pemenang diumumkan pada Juli 2011 pada saat dilakukan peluncuran Novel dan DVD Filmnya. Penjurian judul dilakukan oleh Hanung Bramantyo, Erick Thohir (Produser Eksekutif) dan beberapa pihak yang kompeten.

 
Leave a comment

Posted by on 04/13/2011 in Film, Review